Dampak Penurunan Premium?!?

Kalo kita perhatikan akhir-akhir ini berita-berita di televisi marak memberitakan dampak dari penurunan BBM jenis premium untuk menunggu kebenaran dari analisis penurunan harga BBM yang pernah saya posting sebelumnya memang masih harus menunggu waktu yang lebih lama…
Tapi yang bikin bingung, sekarang itu bukan dampak positif yang timbul melainkan dampak negatif yang bermunculan dimana-mana…. Terutama perihal langkanya premium di pasaran….
Terus terang melihat fenomena ini cukup membuat miris hati saya, sebenarnya ini yang salah dimana sich??
Yang salah tidak hanya di pemerintah tapi juga dari kita sendiri sebagai masyarakat… Tapi saya merasa kita sebagai masyarakat yang lebih bersalah, boleh dikatakan ‘tidak tahu diri’. Sebab penyebab utama kelangkaan adalah para pemilik SPBU yang tentunya juga anggota masyarakat, dan mungkin kita yang sehari-hari makin boros dalam memakai bensin… Pemerintah tentu juga mengetahui hal yang akan terjadi ini, makanya stok premium sempat ditambah tapi tetep aja, budaya bangsa kita yang tukang ‘aji mumpung’, “mumpung harga mau diturunin, kita tunggu aja dulu tar pas turun, kita baru beli bensin” begitu pasti pikiran sebagian besar rakyat kita. Apakah ini salah?? ya ngga lah, sifat natural dari manusia kalo ingin untung, mana ada manusia yang pengen rugi… Cuma yang disayangkan pikiran ini ga cuma dimiliki oleh masyarakat pengguna, masyarakat penyedia BBM (pemilik SPBU) juga ikut-ikutan… karena tahu harga mau turun, walaupun stok BBM tinggal dikit, males nyetok lagi dhe mereka, takut rugi katanya. Pas udah turun, baru dhe mereka pesen… Masalahnya pas mesen itu butuh waktu buat nyampenya, kan ga mungkin kalo baru pesen, eeh 1 menit kemudian nyampe… wong bawaanya banyak gt…. Nah kalo cuma 1 atau 2 SPBU sich ga apa-apa, tapi kalo banyak gimana??..
Akhirnya kan yang rugi kita-kita juga sebagai masyarakat… Makin boros aja BBM yang terbuang buat ngantri di SPBU-SPBU..  Kalo kaya gini yang terjadi, pemerintah andaikan kita analogikan sebagai ‘bos besar’ pasti kecewa dengan kelakuan karyawan-karyawannya, ibaratnya udah dinaekin gaji tapi malah nglunjak…. Kesalahan pemerintah memang ada, terletak pada kurangnya antisipasi terhadap penurunan BBM ini, harusnya sebelum diturunkan pemerintah menetapkan semacam ‘safety stock’   di setiap SPBU mengenai kuota minimal BBM yang harus dipenuhi, jadi kejadian seperti yang terjadi sekarang dapat dikurangi… Untuk menghilangkan sich saya rasa susah karena memang watak negara ini untuk selalu ambil untung di setiap kesempatan..
Di setiap masalah selalu ada titik cerah, setidaknya kebijakan pemerintah yang berani menurunkan harga BBM, walaupun harusnya sudah dari dulu dilakukan, patut diacungi jempol… Ini membuktikan pemerintah masih peduli terhadap rakyat, tapi semoga saja pandangan skeptis dari beberapa pihak yang mengatakan bahwa kebijakan penurunan BBM ini hanya merupakan langkah politis untuk menaikkan pamor pemerintah tidak benar sama sekali…
Buat masyarakat, meskipun BBM udah turun, jangan boros-boros pemakaiannya, tetep biasa aja… Kalau dipakai untuk usaha yang produktif (jadi bisa balik dengan added value  bagi kemajuan bangsa sich ga masalah) tapi kalo cuma buat sekedar seneng-seneng, mending jangan dhe… Ingat, minyak diproduksi dari lingkungan kita, jadi menghemat penggunaan BBM merupakan salah satu upaya untuk melestarikan lingkungan… peace…

Artikel lain:

Tinggalkan Balasan